Mahasiswa FIKK Unesa Juara 1 Internasional Lewat Riset Pola Makan Berkelanjutan
Kabar
membanggakan datang dari Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK)
Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Kali ini, tim mahasiswa FIKK sukses
mengharumkan nama almamater dengan meraih Juara 1 Scientific Poster pada ajang bergengsi International Nutrition and Health Symposium
(Inhesion) 2025 yang
diselenggarakan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada 18–19
Oktober 2025.
Tim ini
digawangi oleh Syafika El
Nabila sebagai
ketua dan Auliatur
Rohmah dari Prodi
Gizi FIKK Unesa, berkolaborasi dengan Eunike Melani Waluyo dari Prodi Sains Data FMIPA, serta Khairunnisa’ Nur Fadhilah dan Rendy Maulana Yaqin dari Prodi Teknologi Pendidikan FIP. Mereka
dibimbing langsung oleh dosen FIKK Unesa, Yetty Septiani Mustar, S.KM., M.P.H. yang turut mendampingi hingga tahap akhir
perlombaan.
Meski waktu
persiapan mereka terbilang singkat kurang dari dua bulan semangat juang dan
kekompakan menjadi kunci keberhasilan. Di tengah jadwal kuliah yang padat,
mereka tetap menyempatkan diri untuk riset, berdiskusi hingga larut malam,
bahkan menghabiskan waktu di kafe untuk menyusun ide.
Penelitian
mereka mengangkat tema “Peran Pola
Makan Berkelanjutan (Sustainable Diet) terhadap Kesehatan Lingkungan dan
Perubahan Iklim” isu yang
kini menjadi perhatian dunia. Melalui riset berbasis Systematic Literature Review (SLR), tim
ini menyoroti bagaimana pola makan yang bijak bukan hanya menyehatkan tubuh,
tetapi juga membantu menjaga kelestarian lingkungan.
“Awalnya kami
sempat kewalahan karena ini pengalaman pertama melakukan penelitian SLR. Tapi
lama-lama justru jadi seru. Kami belajar banyak hal baru dan makin tertarik
dengan topik ini,” ujar Syafika dengan antusias.
Baginya,
pengalaman ini bukan sekadar lomba, tetapi juga proses belajar yang berharga.
“Bimbingan Bu Yetty luar biasa. Kami belajar tidak hanya tentang isi
penelitian, tapi juga bagaimana berpikir ilmiah dengan benar. Rasanya seperti
dapat kuliah tambahan dua SKS,” tambahnya sambil tersenyum.
Mereka pun
mengakui sempat minder melihat tim-tim lain dari universitas besar, namun
semangat pantang menyerah dan dukungan dari dosen serta keluarga menjadi energi
utama. “Kami benar-benar tidak menyangka bisa jadi juara pertama. Semua kerja
keras dan kurang tidur akhirnya terbayar lunas,” ungkapnya penuh haru.
Capaian ini
menambah panjang daftar prestasi yang lahir dari FIKK Unesa kampus yang dikenal
dengan semangat juara dan budaya akademik yang positif. Tak heran jika FIKK
Unesa dijuluki “Kampus
Para Juara”, tempat
berkumpulnya mahasiswa berprestasi yang tak hanya unggul di bidang akademik dan
riset, tetapi juga memiliki jiwa pantang menyerah dan kepedulian tinggi
terhadap masyarakat dan lingkungan.
Lewat semangat kolaborasi, riset, dan dedikasi, mahasiswa FIKK Unesa kembali membuktikan bahwa prestasi besar lahir dari kerja keras, tekad, dan cinta terhadap ilmu.
Share It On:
