UNESA Perkuat Riset dan Kolaborasi BRIN untuk Kembangkan Keunggulan Olahraga dan Disabilitas
Diskusi lanjutan dalam FGD menyoroti pentingnya langkah strategis
dalam memperkuat riset dan kolaborasi, khususnya dengan Badan Riset dan Inovasi
Nasional (BRIN). Prof. Turhan Yani mengungkapkan bahwa kolaborasi riset di
bidang olahraga telah mulai dirintis dan diharapkan dapat diperluas ke bidang
unggulan lainnya seperti seni dan disabilitas.
Sementara itu, Prof. Budiyanto menekankan bahwa keunggulan di bidang
disabilitas harus dibangun melalui tiga indikator utama, yaitu layanan,
akademik, dan riset. UNESA dinilai telah memiliki keunggulan dalam layanan,
terlihat dari jumlah mahasiswa disabilitas yang signifikan. Namun, keseimbangan
antara jumlah mahasiswa masuk dan lulus, prestasi, serta kualitas riset masih
perlu terus ditingkatkan.
Dalam sesi diskusi, muncul pertanyaan strategis mengenai bagaimana
memfasilitasi mahasiswa disabilitas agar dapat berprestasi di bidang olahraga,
seni, dan akademik secara optimal. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang
bagi UNESA untuk memperkuat identitasnya sebagai kampus inklusif dan unggul.
Rencana tindak lanjut yang disepakati meliputi penguatan riset
berbasis produk yang dapat dipasarkan melalui BRIN, pengembangan kebugaran
jasmani sebagai fondasi masyarakat sehat, serta pemanfaatan teknologi seperti
nanoteknologi, wearable devices, artificial intelligence, dan teknologi
rehabilitasi.
Selain itu, UNESA juga berupaya mengambil peluang dalam pengembangan
atlet disabilitas sebagai keunggulan institusi. Upaya ini diharapkan mampu
menciptakan karakter khas yang menjadi pembeda sekaligus kekuatan kompetitif di
tingkat nasional.
Sebagai penutup, FGD menyimpulkan bahwa pencapaian Indonesia Emas 2045 membutuhkan target yang jelas, indikator yang terukur, serta sistem evaluasi yang berkelanjutan.
Share It On:
